Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati Prihatin Kasus Dugaan Pencurian Ayam Berujung Maut di Bali, Imbau Masyarakat Tidak Main Hakim Sendiri
01 Agustus 2026
Berita
Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati Prihatin Kasus Dugaan Pencurian Ayam Berujung Maut di Bali, Imbau Masyarakat Tidak Main Hakim Sendiri
Sari Yuliati Wakil Ketua DPR RI
Jakarta - Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas peristiwa viral di Bali, di mana seorang pria yang diduga melakukan pencurian ayam meninggal dunia setelah menjadi korban amuk massa.
 
Sari Yuliati menegaskan bahwa apa pun bentuk dugaan tindak pidana yang dilakukan seseorang, penyelesaiannya harus diserahkan kepada aparat penegak hukum sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Tindakan main hakim sendiri tidak hanya bertentangan dengan prinsip negara hukum, tetapi juga berpotensi menimbulkan korban jiwa dan melahirkan pelanggaran hukum baru.
 
“Indonesia adalah negara hukum. Karena itu, setiap warga negara harus menghormati proses hukum yang berlaku. Jangan pernah mengambil tindakan menghakimi sendiri. Apabila menemukan dugaan tindak pidana, segera laporkan kepada kepolisian atau aparat yang berwenang agar diproses sesuai ketentuan hukum,” ujar Sari Yuliati dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu (26/7/2026).
 
Menurutnya, tindakan massa yang berujung pada hilangnya nyawa seseorang merupakan peristiwa yang sangat memprihatinkan dan harus menjadi pembelajaran bersama. Ia mengingatkan bahwa rasa keadilan masyarakat tidak boleh diwujudkan melalui kekerasan, melainkan melalui penegakan hukum yang adil dan profesional.
 
Selain itu, Sari Yuliati meminta Kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut secara objektif dan transparan, termasuk menindak setiap pihak yang terbukti melakukan kekerasan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
 
Di sisi lain, Sari juga mendorong kementerian dan lembaga terkait, khususnya Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Hukum, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kepolisian Negara Republik Indonesia, untuk memperkuat edukasi hukum kepada masyarakat secara masif dan berkelanjutan.
 
“Literasi hukum masyarakat harus terus ditingkatkan. Edukasi mengenai bahaya tindakan main hakim sendiri perlu dilakukan secara luas melalui sekolah, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga media massa. Masyarakat harus memahami bahwa tindakan menghakimi sendiri dapat berakibat fatal, baik bagi korban maupun bagi pelakunya yang juga dapat dimintai pertanggungjawaban pidana,” tegasnya.
 
Sari berharap peristiwa tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran hukum masyarakat serta membangun kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.
 
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, menahan diri dari tindakan emosional, serta mempercayakan setiap dugaan tindak pidana kepada aparat penegak hukum. Menjaga keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama, tetapi penegakan hukum harus tetap berada di tangan institusi yang diberi kewenangan oleh negara,” pungkas Sari Yuliati.

Terima Kasih atas Dukungan Masyarakat Nusa Tenggara Barat

Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat yang telah berpartisipasi dalam pesta demokrasi Pemilu 2024, baik dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) maupun Pemilihan Presiden (Pilpres). Saya juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan kepada Partai Golkar dan kepada saya secara pribadi, sehingga saya kembali dipercaya sebagai anggota DPR RI untuk periode 2024–2029.

Amanah ini akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab, dengan selalu mengutamakan kepentingan masyarakat dan daerah. Saya berkomitmen untuk terus bekerja demi kemajuan NTB serta kesejahteraan rakyat.

Sekali lagi, terima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan. Mari bersama membangun NTB yang lebih maju dan sejahtera!

Ir. Hj. Sari Yuliati
Wakil ketua DPR RI
Copyright © 2026 sariyuliati.com. All Rights Reserved