Sari Yuliati Prihatin Dengan Guru Honorer Penjual Narkoba di Lombok

Sari Yuliati Prihatin Dengan Guru Honorer Penjual Narkoba di Lombok

Seorang guru honorer berinisial HA di Lombok Timur ditangkap aparat kepolisian karena kedapatan menjadi penjual narkoba.

Alasan minimnya gaji guru serta besarnya hasil jualan obat terlarang mendorong pria 34 tahun ini terjun ke dunia hitam. Namun baru 6 bulan menggeluti profesi barunya, HA keburu diciduk aparat dalam penggerebekan pada 2 Agustus 2022 kemarin.

Sari Yuliati, anggota DPR RI Dapil 2 NTB menyatakan keprihatinannya atas kabar tersebut. Menurut legislator dari Komisi III tersebut, tak sepatutnya alasan ekonomi menjadikan seorang guru gelap mata dan melakoni profesi penjual narkoba.

“Saya sangat prihatin dengan kasus guru honorer di Lombok yang jualan narkoba. Mustinya sebagai guru bisa memberi contoh yang baik bagi para siswanya,” ujar Sari saat ditemui di Gedung Nusantara kompleks DPR RI.

Sari Yuliati menambahkan, masalah kesejahteraan guru honorer juga harus jadi perhatian bersama para stakeholders. Sehingga ke depan kasus serupa bisa dihindari.

“Saya juga melihat isu gaji guru honorer musti jadi perhatian kita bersama. Saya akan coba membawa isu ini ke pihak-pihak pengampu kebijakan untuk dicarikan solusi terbaiknya,” tegas Sari melanjutkan.